Kenapa sih wisata alam Indonesia harus ada hiasan "norak"?

    Mengisi waktu di akhir pekan dengan refreshing mungkin sudah menjadi rutinitas setiap masyarakat Indonesia. Dengan berwisata riang kita bisa bersenang-senang, apalagi bersama keluarga. Dengan berwisata kita dapat melupakan ataupun mengurangi tekanan yang di dapatkan pada weekdays walaupun hanya sesaat.

    Bersyukur tinggal di Indonesia ialah punya banyak tempat wisata alam yang tersebar di seluruh daerah. Terkhusus di wilayah saya kabupaten banggai yang tercinta ini. Tetapi ada tanda tanya besar kenapa ketika ada wisata alam yang baru, maka akan ada monumen-monumen tidak penting yang merusak citra dari wisata alam itu sendiri.

    Mungkin kalau sebagai alat bantu seperti tangga, kanopi, ataupun semacamnya. Itu mungkin tidak masalah. Tetapi ketika tangga tersebut sudah mulai diwarnai sebanyak-banyaknya warna, kemudian munculnya monumen "love", sayap malaikat ataupun adanya kalimat-kalimat puitis yang ditulis pada sebilah kayu kemudian dipaku di pepohonan sekitar. Bisa kita asumsikan bahwa tindakan tersebut merusak citra dari berwisata yang katanya alam tersebut.







Mungkin satu-satunya wisata alam yang ada "love" dan tidak mengganggu ada di Lake Toyoni Hokkaido, Jepang.




Dan bisa kita lihat keluh kesah masyarakat di Twitter.


Bisa di berikan contoh bagaimana trending wisata pantai onu bubung pada tahun 2019. Adanya pasir putih dan laut yang bersih diwilayah bandara dan pesisir kota, kemudian dengan adanya satu ayunan sudah sangat menarik perhatian. Tetapi ketika mulai banyaknya hiasan-hiasan yang bisa dikatakan "over" dan malah hampir dikatakan seperti taman kanak-kanak, maka orang-orang tidak akan merasa tertarik lagi. Tetapi hal ini bukan cuma terjadi di daerah tercinta kita, hampir di setiap wisata alam baru di Indonesia. Apakah hal ini sudah menjadi templat wisata alam seluruh Indonesia ketika ada wisata alam baru maka akan ada monumen-monumen tidak penting yang bermunculan.



Semoga kedepannya jika ada lagi wisata alam yang baru, maka dengan membuat wisata alam tersebut senatural dan seoriginalnya diharapkan pengunjung lebih banyak dan lebih nyaman dalam wisatanya.


-Bastari















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepeda Listrik Dikendarai di Jalan Raya "Disebut Sepeda nggak juga, tetapi Terlalu Lamban untuk Sepeda Motor"