Kenapa sih wisata alam Indonesia harus ada hiasan "norak"?
Mengisi waktu di akhir pekan dengan refreshing mungkin sudah menjadi rutinitas setiap masyarakat Indonesia. Dengan berwisata riang kita bisa bersenang-senang, apalagi bersama keluarga. Dengan berwisata kita dapat melupakan ataupun mengurangi tekanan yang di dapatkan pada weekdays walaupun hanya sesaat.
Bersyukur tinggal di Indonesia ialah punya banyak tempat wisata alam yang tersebar di seluruh daerah. Terkhusus di wilayah saya kabupaten banggai yang tercinta ini. Tetapi ada tanda tanya besar kenapa ketika ada wisata alam yang baru, maka akan ada monumen-monumen tidak penting yang merusak citra dari wisata alam itu sendiri.
Mungkin kalau sebagai alat bantu seperti tangga, kanopi, ataupun semacamnya. Itu mungkin tidak masalah. Tetapi ketika tangga tersebut sudah mulai diwarnai sebanyak-banyaknya warna, kemudian munculnya monumen "love", sayap malaikat ataupun adanya kalimat-kalimat puitis yang ditulis pada sebilah kayu kemudian dipaku di pepohonan sekitar. Bisa kita asumsikan bahwa tindakan tersebut merusak citra dari berwisata yang katanya alam tersebut.
Mungkin satu-satunya wisata alam yang ada "love" dan tidak mengganggu ada di Lake Toyoni Hokkaido, Jepang.
Dan bisa kita lihat keluh kesah masyarakat di Twitter.
Semoga kedepannya jika ada lagi wisata alam yang baru, maka dengan membuat wisata alam tersebut senatural dan seoriginalnya diharapkan pengunjung lebih banyak dan lebih nyaman dalam wisatanya.
-Bastari
Komentar
Posting Komentar